BERJIHAD DENGAN ILMU

Menuntut ilmu syar’i merupakan amalan yang sangat mulia, ia termasuk bagian dari jihad fi sabilillah, bahkan Allah ﷻ menyebutnya sebagai jihad yang besar. Dalam firman-Nya:

وَ جاهِدْهُمْ بِهِ جِهاداً كَبِيراً

“Dan berjihadlah melawan mereka dengan jihad yang besar.
(QS.Al Furqan: 52)

Para ulama menafsirkan jihad yang besar dalam ayat ini adalah berjihad dengan al qur’an. At Thabari meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas -Radhiallahu Anhuma- bahwa Beliau menafsirkan jihad disini adalah berjihad dengan al qur’an.

Asy Syinqithi -Rahimahullah- berkata:
“Adalah Jihad Beliau ﷺ melawan orang- orang kafir dengan pedang, dan melawan orang- orang munafik dengan al qur’an.”
(Adhwa’ Al bayan: 8/ 223)

Sebagaimana Allah ﷻ membagi kaum muslimin yang berjihad menjadi dua bagian: bagian yang berangkat perang dengan mengangkat senjata melawan kaum kuffar, dan bagian yang tetap duduk untuk mendalami ilmu agama dengan mengangkat pena dan kitabnya. Allah ﷻ berfirman:

وَ ما كانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْ لا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَ لِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”
(QS.At Taubah: 122)

Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah -Radhiallahu Anhu- bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

« مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا، لَمْ يَأْتِهِ إِلَّا لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Barangsiapa yang datang ke masjidku ini, dia tidak datang kecuali dengan tujuan kebaikan yang hendak dipelajarinya atau diajarkannya, maka dia memiliki kedudukan sebagai seorang mujahid di jalan Allah ﷻ .”
(HR.Ibnu Majah, Ibnu Hibban,Abu Ya’la dalam musnadnya, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf, dan yang lainnya.  Juga diriwayatkan oleh At Thabarani dari hadits Sahl Bin Sa’ad As-Sa’idi, hadits ini disahihkan Al Albani)

Abu Darda’ -Radhiallahu Anhu- berkata:

«مَنْ رَأَى الْغُدُوَّ وَالرَّوَاحَ إِلَى الْعِلْمِ لَيْسَ بِجِهَادٍ فَقَدْ نَقَصَ عَقْلُهُ وَرَأْيُهُ»

“Barangsiapa yang menganggap bahwa berangkat di pagi hari dan sore hari untuk menuntut ilmu itu bukan termasuk jihad, maka sungguh kurang akalnya dan pandangannya.”
 (Ibnu Abdil Bar meriwayatkan dalam Jami’ bayan al ilmi wa fadhlihi, no:159)

Dalil- dalil ini merupakan penggembira bagi saudara- saudara kita yang sedang duduk menuntut ilmu di salah satu ma’had dari ma’had ahlus sunnah , sungguh mereka adalah para mujahid fi sabilillah.


✍🏼 Askary bin Jamal
Jum’at , 13 Ramadhan 1443 H / 15 April 2022 M

https://t.me/MahadOnline_alistiqomah/766
Gulir ke Atas